Berbagi Cerita

Tempat berbagi cerita pengalaman dan perjalanan kehidupan

Memaksimalkan peran generasi Y

gen-y

Saat ini kondisi SDM Aparatur terdiri dari tiga (3) generasi yaitu generasi baby boomers, generasi X (Gen-X) dan generasi Y (Gen-Y). Generasi baby boomers adalah generasi yang lahir antara tahun 1945 – 1964, Gen-X yang lahir antara tahun 1965 – 1979 dan Gen-Y yang lahir antara tahun 1980 – 1990. Disini penulis ingin membahas tentang generasi Y yang merupakan generasi terbesar dalam dunia kerja saat ini. Penulis membatasi pembahasan pada generasi Y, bukan generasi ini paling baik, tetapi setiap generasi mempunyai ciri dan ke khasan masing-masing. Tidak dibahasnya generasi lain karena ingin membatasi ruang lingkup pembahasan saja.  Gernerasi Y generasi yang tumbuh di era kemajuan teknologi informasi, gadget, internet  dan media sosial tumbuh menjamur menjadikan mereka sangat akrab dengan teknologi. Dengan adanya kemajuan tersebut membuat arus informasi sedemikian mudahnya mereka dapat. Mereka di pancing untuk memberikan pikirannya dengan informasi yang ada melalui media sosial yang tersedia. Ciri dari Gen-Y adalah cepat belajar & pintar, kritis, bekerja mobile, melek teknologi, mudah bergaul, selektif memilih pemimpin, berorientasi pada tim, suka tantangan besar dan tidak terintimidasi oleh atasan/senior. Faktor yang membuat Gen-Y dapat bertahan dalam organisasi yaitu variasi pekerjaan, manajemen yang mendukung dan promosi cepat. (R.J. Stone dalam Kementerian Keuangan & Pertamina, 2013). Sebagai contoh komposisi antar generasi  di Kementerian Keuangan, pada tahun 2013 generasi baby boomers sebesar 17%, Gen-X sebesar 38% dan Gen-Y sebesar 45%. Jika diproyeksikan pada tahun 2017 maka Gen-Y meningkat menjadi 73% sedangkan Gen-X dan generasi baby boomers menurun masing-masing menjadi 25% dan 2%. Saat ini Gen-Y di Indonesia terdapat lebih dari 80 juta Gen-Y pada tahun 2010 dan akan meningkat menjadi 90 juta pada tahun 2030. Ini berarti 1/3 masyarakat indonesia adalah Gen-Y. Gen-Y yang sering memiliki pemikiran out of the box tetapi tidak dapat dipungkiri generasi yang juga membutuhkan guidance dalam setiap pemikirannya.

Apabila kita perhatikan data demografi karyawan di perusahaan, kita dapat melihat kalau Generasi Baby Boomers adalah generasi yang anggotanya sedang aktif bekerja. Penelitian dan observasi memperlihatkan bahwa Generasi Baby Boomers mengidentifikasi atau menggambarkan kekuatan mereka adalah pemikiran-pemikiran tentang organisasi, rasa optimisme dan kemauan untuk bekerja dengan waktu yang panjang (work long hours). Generasi ini dibesarkan di dalam suatu organisasi dengan struktur organisasi yang hierarkhis daripada struktur manajemen yang datar di mana kerja sama yang timbul di dalam organisasi didasarkan pada tuntutan pekerjaan (teamwork-based job roles). Sementara Generasi Y, yang mempunyai karateristik yang berbeda dengan Generasi Baby Boomers, juga mempunyai harapan yang sangat berbeda kepada perusahaan yang memperkerjakan mereka. Secara merata Generasi Y mempunyai pendidikan yang lebih baik dari para orang tua, mereka cukup terbiasa dengan teknologi bahkan sebahagian mereka sangat ahli dengan teknologi. Mereka ini mempunyai kepercayaan diri yang tinggi, mampu mengerjakan beberapa tugas (Multitask). Namun di sisi lain Generasi Y ini sangat membutuhkan interaksi sosial, hasil pekerjaan yang dapat dilihat seketika dan keinginan untuk mendapatkan pengembangan yang cepat. Kebutuhan-kebutuhan ini yang sering dianggap sebagai kelemahan dari Generasi Y oleh kolega mereka yang lebih tua terutama mereka yang berasal dari Generasi Baby Boomers.

Dalam artikel di majalah Femina dan website PPM-Manajemen.ac.id, generasi Y merupakan generasi yang memiliki kekuatan terbesar pada daya eksplorasi dan kreatifitas. Kekuatan itu didukung dengan penguasaan teknologi tinggi dan perilaku serta pemikiran yang santai dan terbuka. Dalam bekerja sangat mendukung kerja tim yang saling terbuka dan menolak dominasi tertentu. Memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, dengan visi yang cukup jelas di usia muda, meskipun visi tesebut seringkali membuat mereka tidak suka terikat. Beberapa karkateristik diatas adalah kekuatan yang dimiliki generasi Y. Maka, secara garis besar ada beberapa variabel yang sangat mempengaruhi kekuatan dan pemberdayaan generasi Y. Variabel pertama, adalah keberadaan teknologi sebagai penunjang kreatifitas. Yang kedua, sistem yang terbuka dan egaliter, terdapat interaksi dalam pihak-pihak yang terlibat dalam suatu sistem. Yang ketiga, lingkungan kerja dan suasana kerja yang mendukung terciptanya kepuasan kerja dan mengakomodir visi masing-masing individu.

Apakah dalam organisasi ini mau berubah, mengakomodir perkembangan sesuai generasinya atau masih mau berpendapat para Gen-Y harus mengikuti seperti apa yang para baby boomers lakukan. Jika masih mau berkata seperti itu silahkan saja menentang siklus generasi yang ada. Bandingkan dengan organisasi yang telah beradaptasi dengan perkembangan yang ada. Dalam hal ini penulis melihat bahwa metode yang tepat untuk mengakomodir generasi Y adalah pertama menciptakan lingkungan dan suasana kerja yang egaliter, bagaimana generasi Y dapat mengungkapkan pendapat, membebaskan pikiran dan kemampuan berpendapat mereka. Dengan demikian, akan terbentuk suasana kerja yang dinamis dan demokratis. Dimana ini menyentuh titik kuat generasi ini yaitu keterbukaan pikiran dan pemikiran demokratis. Dengan membebaskan pikiran, setidaknya ada titik dimana generasi Y bebas dari tataran yang ada, dan secara bertahap dapat melengkapi sarana yang diperlukan untuk menunjuang kekuatan utama generasi ini, yaitu pada kreatifitas dan penguasaan teknologi. Walaupun tetap harus disadari bahwa vandalisme bukan jalan untuk mengungkapkan kritikan atau kebebasan berpikir. Wadah-wadah dalam mengakomodir sisi menyampaikan pendapat harus diperluas seperti adanya sistem kritik personal dimana masing-masing pegawai dapat menyampaikan pendapat atau gagasan terhadap sesuatu yang terjadi di institusinya. Instusi dapat mempersiapkan seperti wadah knowledge manajemen forum yang bebasiskan teknologi informasi dan dapat ditunjukan langsung kepada orang per orang pemegang kebijakan tanpa perlu identitas yang jelas bila dikhawatirkan bahwa pejabat atau orang-orang tertentu belum dapat mengakomodir atau menerima kritikan yang diberikan. Wadah seperti ini penting ditengah kebebasan menyampaikan pendapat yang sedang digelorakan dan memangkas unsur hirarkis yang seakan-akan gap antara pimpinan dan bawahannya jauh serta harus disampaikan dengan metode formal. Hal ini diperlukan untuk menstimulus para karyawan untuk ikut berpikir tentang kemajuan organisasinya. Mereka diharapkan dapat “terpancing” mengeluarkan ide-idenya untuk organisasi sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan yang mereka ketahui. Memang tidak mudah menerapkan suasana kerja egaliter karena kita telah dipaksa berpuluh-puluh tahun menjalani hirarki birokrasi yang tidak saja diranah pekerjaan tetapi sudah masuk ke ranah personal pelayanan yang diberikan antara bawahan terhadap atasan atau sebaliknya yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Kedua menciptakan loyalitas terhadap institusi ini,. Loyalitas ini menjadi penting karena generasi ini cenderung selektif memilih pemimpin dan berorientasi terhadap tim. Menjadikan seluruh komponen institusi adalah tim yang harus menjalankan fungsinya dengan sebaik baiknya untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Secara arti kata tim adalah sekelompok orang yang saling berhubungan atau bekerja sama untuk tujuan yang sama. Dalam Tim setiap orang mempunyai tugas yang mana dalam tugas tersebut  terdapat subtugas yang saling terkait. Menurut Naresh Jain (2009). Tim memiliki anggota dengan keterampilan yang saling melengkapi dan menghasilkan sinergi melalui upaya yang terkoordinasi yang memungkinkan setiap anggota untuk memaksimalkan kekuatan mereka dan meminimalkan kelemahan mereka. Institusi ini harus menggambarkan dengan jelas ukuran-ukuran keberhasilan yang akan dicapai dan ukuran capaian setiap individunya seperti apa. Saat ini institusi pemerintah mengharuskan masing-masing pegawai harus membuat SKP (Sasaran kerja pegawai) apakah itu sudah mewakili?seharusnya iya, tetapi realitasnya bila ditanyakan kepada masing-masing pegawai apakah anda tahu sasaran kerja pimpinan diatas anda sehingga anda harus sebagai bagian dibawahnya tahu kemana dia akan bekerja untuk mewujudkannya dan pimpinan juga akan mudah mengevaluasinya. Generasi Y merupakan generasi yang hidup di era teknologi informasi sehingga penyelesaian target pekerjaan dan tukar menukar informasi seringkali mereka lakukan dengan digital. Gen X dan baby boomers sering memandang bahwa pertemuan fisik tetap dibutuhkan untuk membangun interaksi antar karyawan. Jadi pelaksanaan rapat koordinasi rutin masih diharapkan mampu menjadi ajang bagi setiap karyawan untuk saling menemukan titik temu. Bagi generasi Y, prinsip bahwa komunikasi dapat terjalin melalui berbagai macam media termasuk internet memungkinkan mereka untuk dapat bekerja lebih dari delapan jam per hari. Penggunaan beberapa fasilitas telpon seluler, seperti sms, video call maupun conference calldipandang sebagai sesuatu yang dapat menggantikan pertemuan formal. contoh lain ritme kerja gen X dan baby boomers yang cenderung bekerja sesuai standar dan prosedur yang rigid. Sementara gen Y adalah tidak terlalu menyukai hal-hal yang prosedural. Mereka cenderung lebih produktif bila diberi kebebasan secara utuh dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. melimpahkan tugas-tugas khusus yang membuat mereka mampu melakukan aktualisasi diri atau menempatkan mereka di tingkat manajemen yang lebih tinggi.

Ketiga adalah work life balance Salah satu penyebab generasi Y memiliki kepedulian lebih terhadap work life balance adalah generasi Y dibesarkan oleh generasi X dan babyboomers  yang bekerja keras 50-70 jam seminggu. Hal ini menyebabkan generasi Y menganggap hubungan sosial dan keluarga sebagai hal yang penting dan mempengaruhi performa kerja mereka (Meier, Austin, dan Crocker, 2010). Persepsi individu mengenai tercapainya work life balance menurut Guest(dalam Amarakoon dan Wickramasinghe, 2009) dipengaruhi oleh dua hal,yaitu karakteristik individu dan dukungan organisasi. Dukungan organisasi dapat ditunjukkan melalui peraturan organisasi, dukungan atasan/ supervisor, maupun dukungan rekan kerja. Generasi Y yang memaknai worklife balance  bukan hanya pada kehidupan pekerjaan dan keluarga, melainkan sebagai aktivitas di luar pekerjaan seperti kehidupan sosial dan personal (Simard,2011). Pekerjaan dan keluarga adalah dua area dimana manusia menghabiskan sebagian besar waktunya. Walaupun berbeda, pekerjaan dan keluarga interdependent satu sama lain sebagaimana keduanya berkaitan dengan pemenuhan hidup seseorang. Melalui pekerjaan, seseorang mengubah tidak hanya lingkungan namun juga dirinya, memperkaya dan menumbuhkan hidup dan semangatnya. Sedangkan keluarga dipandang sebagai hal yang pertama dan paling penting dalam human society. Keluarga juga dikaitkan dengan kasih sayang dimana seseorang dapat mengembangkan diri dan memperoleh pemenuhan dirinya, serta merupakan tempat yang penting bagi sebuah kebahagiaan dan harapan. Sedangkan pekerjaan adalah kondisi dan kebutuhan dasar bagi kehidupan keluarga, dan pada sisi lain merupakan sekolah pertama bagi pekerjaan untuk setiap orang. Jadi pekerjaan ditujukan bagi seseorang dan keluarga. Seberapa baik human society dengan implikasinya pada bisnis dan perekonomian, tergantung pada keluarga (Guitian, 2009). Guitian (2009) mengutip pendapat beberapa hasil penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa konflik pekerjaan keluarga berkorelasi dengan ketidakhadiran, penurunan produktivitas, ketidakpuasan kerja, penurunan komitmen organisasi, kurangnya kepuasan hidup, kecemasan, kelelahan, distress psikologikal, depresi, penyakit fisik, penggunaan alkolhol, atau ketegangan dalam pernikahan. Di samping itu konflik pekerjaan keluarga juga dapat menurunkan kinerja. Selain itu Guitian (2009) juga berpendapat bahwa terdapatnya konflik pekerjaan keluarga mengakibatkan kehidupan karyawan menjadi kurang manusiawi. Sehingga penting sekali seorang karyawan meluangkan waktunya untuk keluarga karena berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan. Hal-hal seperti ini dapat dilakukan dengan penyusunan pekerjaan yang dilakukan dengan baik, karyawan diberikan jadwal kapan dia harus berangkat dinas, kapan dia harus fokus pada kantornya karena sedang ada pekerjaan yang harus diselesaikan dengan cepat, dan kapan dia harus meluangkan waktu untuk melakukan peningkatan kompetensi. Semua itu harus tersusun dengan baik sebagai sebuah organisasi yang telah mempunyai perencanaan dalam melaksanakan kegiatannya untuk mencapai tujuan organisasinya. Dengan adanya jadwal yang telah tersusun dengan baik berharap bahwa para karyawannya dapat mengatur waktu untuk keluarga, bersosialisasi serta menambah pengetahuannya. Dalam dunia auditor Jadwal pekerjaan sangat pentng karena dengan maraknya teknologi informasi saat ini memungkinkan mereka untuk mempersiapkan terlebih dahulu dimulai dari aturan-aturan yang terkait dari kegiatan yang akan dilaksanakan, dokumen audit sebelumnya dan meminta satker yang akan diperiksa untuk mempersiapkan data-data yang akan dilihat dan memperhitungkan lama waktu pemeriksaan kegiatan.

Disini penulis tidak sedang ingin membeda-bedakan generasi-generasi yang ada pada lingkungan organisasi. Tetapi kita tidak boleh juga menutup mata bahwa setiap generasi tumbuh dengan ke khasan mereka masing-masing. Generasi Y Sesuai dengan namanya, konon ada pendapat yang menyebutkan kenapa disebut gen Y, karena generasi ini selalu menanyakan “Why = Kenapa” dalam berkomunikasi. Berkomunikasi dengan generasi Y, pemimpin harus menyampaikan informasi secara jelas, transparan dan apa adanya. Gen Y juga ingin diberikan kesempatan untuk berbicara dan bertanya mengenai semua hal. Mereka menganggap bahwa semua di perusahaan adalah tim, sehingga dengan atasan pun mereka menganggap berbicara dengan rekan kerja/teman bukan dengan orang yang posisinya lebih tinggi. Hal ini yang biasanya menjadikan ketidakakraban antara Gen Y dengan atasannya, karena pemimpin masih menganggap sikap ini tidak sopan. Pertanyaan selanjutnya, dapatkah kita menyesuaikan gaya kepemimpinan kita dengan karakteristik Gen Y. Semua jawaban ada pada diri kita masing-masing para pemegang kebijakan tata kelola organisasi. Yang perlu dipahami adalah Gen Y bukanlah virus bagi organisasi, bukan juga penyakit bagi perusahaan. Tetapi generasi yang muncul sebagai akibat dari sesuatu yang tidak bisa kita hindari sebagaimana generasi-generasi sebelumnya, untuk itu kita juga hendaknya menyikapi dengan bijak sehingga terciptanya hubungan atasan dan bawahan yang harmonis. Generasi ini adalah generasi muda yang tumbuh dalam organisasi dan sedang dalam masa produktifnya, dalam Undang-Undang Nomor 40/2009 tentang kepemudaan batasan usia mulai 16 hingga 30 tahun. Tokoh-tokoh muda dalam kemerdekaan sebut saja Sutomo dan Gunawan Mangunkusumo beserta kawan-kawannya ketika mendirikan Budi Utomo pada 20 Mei 1908 mereka semua berusia 20-25 tahunan. Tokoh Serikat Islam yang terkenal yaitu HOS Tjokroaminoto ketika memimpin organisasi tersebut berusia 25 tahun. Soebadio Sastrosatomo, Wikana, Chaerul Saleh, dan Soekarni, serta dokter Moewardi ketika memaksa sukarno untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia berusia 25-30 tahunan. Mereka tumbuh menjadi orang-orang yang berpikir kritis kolaborasi antara generasi sangat penting sehingga mereka dapat saling topang dan melengkapi organisasinya. Semoga para generasi muda dapat selalu berkontribusi terhadap organisasinya terlebih negaranya dan memanfaat masa produktif sebesar-besarnya untuk lingkungan sekitar.gen-y

MEMINTA RESTU ORANG TUA (Masyhuri.AM dan Elmiyati) OLEH MEMPELAI PRIA (Desmi Avicena Medina)

????????????????????????????????????

06/06/2012

Bismillahirrahmanirrahim

Ayah, Ibu

Hari ini ananda bersujud kepadamu meminta restu untuk menikah dengan calon pendamping yang telah ananda pilih. Tidak dapat terucapkan bahagianya ketika sentuhan lembut tanganmu memberikan doa dan restu kepada ananda. Air matamu seakan mengalir tanpa henti meronakan kebahagiaan melihat putramu telah berani mengambil keputusan besar menjalani kehidupan berumah tangga. Mungkin masih terbayang oleh mu ketika tangis kelahiran ananda memecah perjuangan kesakitan Ibu saat melahirkan menjadi senyum bahagia, dan ayah yang siang dan malam tanpa henti menemani Ibu dan berdoa agar putramu ini dapat selamat dan sehat terlahir kedunia. Restumu berdua menjadi pembuka pintu gerbang dalam ananda berlayar menyebrangi samudra besar kehidupan berumah tangga.

Hari ini di umur ananda yang hampir menginjakan umur 27 tahun memberanikan diri untuk membangun mahligai rumah tangga, keberanian ini didasarkan pada tuntutan agama “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang –orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (PemberianNya) dan Maha Mengetahui”.(Qs. An Nuur(24):32) serta kehangatan yang ananda rasakan sendiri didalam keluarga ini, seperti ketika makan bersama yang dibiasakan sejak kecil menciptakan kebersamaan sekaligus tempat kita berkeluh kesah tentang yang kita rasakan. Saat-saat sholat berjamaah menjadi salah satu moment yang ditumbuhkan untuk mengajarkan kami keutamaan sholat berjamaah dan selalu bersegera dalam menjalankan sholat. Membuat ananda berani mengambil keputusan besar ini untuk menikah dan menjalani kehidupan berumah tangga. Dan penanaman nilai-nilai agama serta prinsip-prinsip dalam keluarga ini menjadi bekal menjalani kehidupan berumah tangga.

Ayah

Terima kasih atas kehangatan yang telah engkau berikan didalam keluarga ini, terima kasih atas nilai-nilai kehidupan yang engkau tanamkan dari kecil hingga sekarang sebagai bekal kehidupan ananda. Terima kasih atas ketidak lelahan memberikan kasihmu kepada ananda, ayah engkau seorang yang ananda banggakan serta ananda jadikan panutan, dirimu tidak pernah terlihat mengeluh dan merasa lelah merawat dan melindungi keluarga ini. Siang malam dirimu mencari nafkah, keluhuran dan keikhlasan dirimu menghidupi keluarga ini mengalahkan lelah yang di alami oleh tubuhmu. Dirimu tidak pernah terlewat menanyakan dan mengajak makan bersama seolah engkau tidak tega menikmati sesuatu tanpa engkau bagi kepada keluarga ini. Terima kasih atas kesabaranmu mengasuh putra kecilmu yang kini telah tumbuh menjadi pria dewasa yang siap berlayar mengarungi samudra kehidupan berumah tangga.

Ibu

Terima kasih atas pendampingan dan sandaran yang engkau berikan kepada ananda yang tidak pernah sekalipun pergi bila tubuh ini butuh peluk kasih sayangmu. Terima kasih telah merawatku sejak sembilan bulan dikandungan hingga sekarang ini. Dirimu seakan tanpa lelah mempersiapkan moment besar dalam kehidupan ananda ini memperlihatkan betapa sucinya perjanjian yang ananda lakukan insyaallah sekali seumur hidup ini. Ketika agama mengatakan “Ibu” merupakan orang pertama yang harus dihormati  ananda menyaksikan benar betapa perjuanganmu dimulai dari perjuangan hidup dan mati ketika melahirkan ananda hingga hingga saat-saat menghantarkan ananda ke pintu perlayaran kehidupan berumah tangga dirimu tidak pernah terlepas mendampingi ananda. Ibu dirimu terlihat sangat cemas ketika tubuh ini sakit seolah ingin memindahkan penyakit itu kepadamu engkau lakukan apapun agar ananda kembali bugar. Terimakasih Ya Allah engkau memberikan ananda ayah dan Ibu yang selalu menjaga dan mencintai keluarga ini.

Ayah,Ibu

Hari ini ananda telah memilih pendamping hidup yang bernama Suryati Rei Astuti semoga kehadirannya dapat melengkapi keharmonisan keluarga kita. Semoga pilihan anda ini dapat membawa ananda menjadi lebih baik dan dapat membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Dengan pondasi kejujuran, iman dan taqwa sebagaimana dirimu selalu ucapkan,  semoga dapat menjadikan pondasi keluarga ananda kuat dan dapat dipertanggung jawabkan diakhirat nanti. Ayah, Ibu engkau telah mencontohkan bagaimana rasa kasih sayang ada ditengah-tengah keluarga ini semoga ananda dapat menjadikannya contoh dalam keluarga ananda. Kewajiban sebagai kepala keluarga telah sangat jelas dan selalu teringat bagaimana ayah dapat menghidupi dan melindungi keluarga ini. Begitu pula kewajiban sebagai seorang istri yang setiap saat selalu mendampingi dan mendukung seperti yang dilakukan ibu kepada ayah. Semoga janji suci yang ananda lakukan bersama Suryati Rei Astuti menjadi janji abadi yang akan selalu diingat bahwa inilah ikrar suci kepada Allah SWT dan kepada seluruh sanak keluarga untuk sehidup semati.

Ayah,Ibu

Dengan dinikahkannya Suryati Rei Astuti ananda memiliki dua keluarga besar yang disanalah ananda turut wajib menyayangi dan menghormati kedua-duanya. Engkau telah tunjukan bagaimana caranya berbakti dan menyayangi kepada orang tua semoga ini dapat ananda lakukan juga kepada bapak dan ibu mertua. Dalam pelayaran kehidupan ananda berumah tangga ananda paham akan banyak menemui gelombang pasang dan surut cobaan tidak sesekali karang-karang menghadang pelayaran kehidupan ananda semoga ananda dapat melewatinya dengan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan restumu berdua dapat menjadikan layar ini tetap berkembang melaju terus hingga tujuan akhir dan maut memisahkan.

Ya Allah sempurnakanlah kebahagiaan kami dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu. Sekali lagi ananda meminta ijin dan restu untuk mengarungi bahtera rumah tangga ini. Do’a kan kami dapat memegang teguh perjanjian agung (mitsaqan ghalidza) ini hingga akhir hayat. Amin..amin..Ya..Rabbal Alamin

Ananda

Desmi Avicena Medina

NASEHAT ORANG TUA (Masyhuri.AM) UNTUK MEMPELAI PRIA (Desmi Avicena Medina)

????????????????????????????????????

02/06/2013

Lagi buka-buka tulisan-tulisan lama nemu doa yang dibuat oleh ayah sama ibu waktu menjelang pernikahan. Kado yang tiada tara dan menjadi arah menjalani pernikahan. Berikut doanya:

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Sujud syukur kita panjatkan keharibaan Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan berkat, rahmat dan inayah Nya kepada kita sekalian. Alhamdulillah dihari yang berbahagia ini Allah Swt. menganugerahkan kita dalam keadaan sehat wal afiat dan lebih dari itu tetap dijaga dalam keadaan beriman kepada Nya. Justru nikmat sejati yang tak terhitung adalah Iman, itulah yang kelak akan menghantarkan kita pada keselamatan hidup di dunia dan akherat.

Salawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, pemimpin besar dan cahaya yang dipilih Allah agar manusia keluar dari kegelapan menuju jalan yang terang benderang di bawah sinar hidayah Allah SWT.Amin ya mujiba saailin.

Anakku Desmi Avicena Medina (Ismed)

Hari ini adalah hari yang berbahagia dan bersejarah bagimu berdua. Ayah dan Ibu bersyukur dapat menghantarkan langkah perjalanan hidupmu ke jenjang pernikahan, semoga menjadi pembuka pintu gerbang kebahagiaan hidupmu kelak. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberkahi dan merahmatimu berdua. Amin ya rabbal alamin.

Waktu demi waktu telah kita lewati titian hidup ini bersama-sama, baik dalam suka maupun duka.Merentang sepanjang dua puluh tujuh tahun,namun ayah dan ibu  merasakan seolah baru kemarin sore. Peristiwa demi peristiwa yang telah kita alami bersama,rasanya masih melekat dan belum mau lepas dari pelupuk mata ini. Ayah dan Ibu sebisa dan sekuat kemampuan, berupaya untuk membahagiakanmu. Melakukan apapun dengan curahan penuh kasih sayang di siang dan malam harimu, agar kau tetap merasakan kehangatan dan kebahagiaan di dalam keluarga. Ayah dan Ibu senantiasa menjagamu dalam dekapan kasih sayang dan menimangmu,agar kau lelap dalam tidurmu, memapahmu berlatih untuk berjalan. Merawatmu dikala kau dilanda sakit dan melakukan apapun agar kau sehat dan cerah ceria kembali. Betapa hati Ibu dan Ayah berbunga-bunga kembali saat melihatmu sembuh dalam keceriaan,serasa mendapatkan berlian yang runtuh dari langit.

Anakku Desmi Avicena Medina (Ismed)

Engkau telah memutuskan pilihan kepada ananda SURYATI REY ASTUTI,dan menetapkan sebagai pendamping hidup dalam membangun mahligai rumah tangga. Ketahuilah bahwa seluruh keluarga menaruh harapan agar rumah tangga yang engkau bangun menjadi mahligai yang kokoh bagai karang yang tak lekang diterpa panas, dan tak remuk diterjang ombak. Semoga menjadi mahligai rumah tangga yang senantiasa memantulkan cahaya Sakinah, Mawaddah wa Rahmah sebagaimana rumah tangga Nabiullah Adam AS dan Siti Hawa,Yusuf dan Zulaikha, serta Rasulullah Muhammad SAW dengan Khadijah Al-Kubra. Mahligai rumah tangga yang membawa kerinduan dikala jauh, dan kedamaian serta kasih sayang dikala dekat. Saling berbagi rasa dikala suka,dan saling menghibur dikala duka.

Masih membayang di pelupuk mata ini ketika ayah memapah ibu saat-saat menjelang kelahiranmu. Bersamaan senja yang memerah di ufuk barat,di sebuah Rumah Bersalin “Siti Khadijah”,di situlah engkau pertama kali menghirup udara dunia ini, dan disanalah engkau pertama kali membuka matamu melihat gemerlapnya kehidupan dunia,yang sesungguhnya penuh dengan onak dan duri. Ketahuilah di saat-saat Ibumu melahirkanmu,ketika itu sedang menderita sakit demam sampai mengginggil. Ayah ikut merasakan betapa Ibumu merasakan dua penderitaan sekaligus; penderitaan merasakan sakit demam yang mengginggil sekaligus penderitaan merasakan sakit saat-saat menantikan kelahiranmu,yang memerlukan kekuatan. Subhanallah,wal hamdulillah wa la ilaha illa Allah wallahu akbar. Atas pertolongan dan titah Allah engkau lahir dengan selamat sehat tanpa cacat. Seribu rasa sakit itu seakan hilang terobati oleh kehadiranmu di tengah-tengah keluarga.

Sadarilah bahwa Allah mentakdirkan kita melihat dunia ini untuk turut menjadi salah satu pemeran sebagai Khalifah di muka bumi ini,menjadi bagian sejarah kiprah manusia di persada alam ini,untuk memakmurkan bumi.Bukanlah sekedar berada di dunia,tetapi seperti kata Paulo Fraire :”Man was born not only in the world,but with the world”.Jadi kita bersama dunia ini untuk memelihara keharmonisan dan kemakmuran. Karena itulah tangis kebahagiaan Ayah dan Ibupun menyatu dalam seribu satu perasaan dan harapan. Terima kasih wahai Allah…kau telah menitipkan amanat kepadaku dan isteriku…seorang anak laki-laki,dan itulah kamu…. semoga menjadi seorang pembawa pelita agamamu. Amin…amin…amin…ya mujiba saailiin.

Anakku Desmi Avicena Medina (Ismed)

Ayah dan Ibu menghadiahkan engkau sebuah nama dengan DESMI AVICENA MEDINA dengan panggilan sayang ISMED. Nama pemberian orang tua…mengandung do’a dan harapan yang tersimpan di dalamnya. DESMI adalah singkatan dari Desember,di hari Minggu karena engkau dilahirkan pada 22 Desember 1985 hari Minggu. Hal ini dimaksudkan agar lebih mudah mengingat momentum kelahiranmu.Adapun AVICENA adalah nama Syeikhur Rais, Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina, yang dikenal dengan sebutan Ibnu Sina atau Avicena. Beliau dikenal sebagai ulama yang memiliki kecerdasan sangat tinggi.Meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalam bidang kedokteran,bahkan menguasai berbagai ilmu seperti hikmah, mantiq, dan matematika dengan berbagai cabangnya,menulis kitab Qanun dalam ilmu kedokteran atau menulis ensiklopedia filsafatnya yang diberi nama kitab Al-Syifa’. Ayah berharap semoga engkau juga memiliki semangat keilmuan seperti Ibnu Sina. Sedangkan MEDINA adalah sebuah lingkungan masyarakat yang berperadaban dan keadaban yang pernah dibangun oleh Rasulullah berdasarkan piagam Madinah.Hal ini ayah maksudkan agar engkau memiliki sikap dan pandangan terhadap 3 nilai kekayaan umat yang otentik, yaitu keteguhan iman sebagaimana semangat dan keteguhan Rasulullah SAW dalam menegakkan dakwah untuk membangun kekhalifahan berdasarkan piagam tersebut,di samping itu juga memilki keterbukaan sikap dalam menarik pandangan,sebagaimana Rasulullah yang senantiasa mengajak musyawarah dan mendengar aspirasi dan pendapat para sahabatnya ;dan selanjutnya mau menerima kritik dari orang lain seperti ketika Rasulullah menerima pikiran Salman Al Farisi sekalipun dia bukan dari etnis Arab,dan berusia lebih muda. Itulah azam dan harapan ayah yang terukir dalam namamu.

Anakku Desmi Avicena Medina (Ismed)

Waktu demi waktu terlewati, hari berganti minggu,bulan berganti tahun tentu telah banyak menyimpan ratusan bahkan ribuan kenangan. Adakalanya indah dan manis penuh kebahagiaan, suka dan gembira.Tapi tentu tidak sedikit pula pengalaman pahit, getir, sedih, perih dan pedih dalam menjalani hidup bersama ibu,ayah dan adikmu. Itu semua menjadi khazanah kita dalam menapak kehidupan ini. Ayah ingin tegaskan kembali seperti yang dulu pernah ayah pesankan kepada kakakmu Yayam pada momen pernikahan…sejatinya hanya ada dua dimensi dalam hidup ini,yaitu : “Bersyukur dikala mendapat kebahagiaan,dan bersabar ketika mendapat ujian dan cobaan dari Allah. Swt ” .    

Camkanlah anakku…”Iman” adalah menjadi kekayaan kita yang paling otentik dan paling berharga. Itulah fondasi hidup dan tumpuan yang kokoh.       

Anakku Desmi Avicena Medina (Ismed)

Kalaupun Ibu dan Ayah ditanya wasiat apa yang ingin disampaikan…, ketahuilah bukan harta yang dapat Ayah dan Ibu wasiatkan,karena harta bukanlah yang menyelamatkan kita,bukan kita yang dijaga oleh harta bahkan sebaliknya kitalah yang harus menjaga harta itu. Bukan pula pangkat dan kedudukan,karena pada saatnya Allah akan mencabutnya. Ibu dan Ayah hanya berharap…dan camkanlah benar-benar dalam benakmu…anakku :  “keteguhan Iman, tegakkanlah shalat dan berbuat baiklah kepada semua”. Itulah yang insya Allah kelak menyelamatkanmu dari bencana dunia dan akhirat.

Anakku Desmi Avicena Medina (Ismed)

Waktu terus berjalan, jam dindingpun terus berdetak,tak seorangpun yang dapat memutar balik semua peristiwa itu. Dua puluh tujuh tahun sudah, engkau dalam rengkuhan keluarga. Rasanya tak mungkin lagi Ibu dan Ayah untuk menahan putaran masa. Demikian itu sudah menjadi sunatullah,…Allah telah mempergilirkan sejarah diantara manusia termasuk kita.

Kau telah memilih pasangan yang akan mendampingi hidupmu…SURYATI REY ASTUTI,…yang kepadanya kau gantungkan harapanmu untuk melaksanakan sunatullah mendapatkan keturunan yang saleh dan salehah.

Ketahuilah bahwa pernikahan itu bukanlah sekedar menemukan pasangan hidup untuk kebutuhan biologis.Tetapi dari segi sosiologis adalah memadukan dan menyatukan dua keluarga besar.Isteri yang kau pilih berasal dari Jambi,sementara engkau dari Jakarta. Sadarilah bahwa dua keluarga, pasti memiliki adat,kebiasaan dan budaya yang berbeda. Hendaklah kalian berdua bisa menyatukan dua bangunan itu dalam satu fondasi yang kokoh. Pandang dan ambillah sisi-sisi positip dari kedua belah pihak,untuk menutupi sisi-sisi negatip masing-masing pihak. Karena Allah Swt.akan memberkahi dan merahmati bagi semua hambanya yang berpandangan positip – “khusnu dzan”-. Ibu dan Ayahmu hanya membekali do’a dan restu semoga rukun-rukunlah selalu dalam membangun mahligai hidup ini. Semoga berkah dan rahmat Allah senantiasa melingkupi hidupmu berdua.

Anakku Desmi Avicena Medina (Ismed)

Dengan keputusanmu memilih pasanganmu,menjadi pendamping hidup,…ini mengandung dua makna; pertama kau telah menggabungkan dua keluarga besar yang berarti kau telah memiliki dua orang tua, yakni orang tua kandungmu dan orang tua isterimu.Hendaklah kau menaruh bakti kepada mertuamu,seperti kau berbakti kepada kedua orang tuamu.Kaupun juga wajib menaruh hormat seperti kau menghormati kedua orang tuamu.Perlakukanlah Bapak dan Ibu mertuamu seperti kau memperlakukan kepada kedua orang tuamu.Yang kedua mengandung makna bahwa engkau berdua telah bertekad sehidup semati menjadi pasangan hidup, maka wajib bagi kamu berdua menutup mata serapat-rapatnya untuk menundukkan pandangmu,tidak sebebas lagi seperti waktu sebelum penikahanmu.Peganglah teguh sumpahmu berdua sampai maut memisahkanmu. Yang demikian adalah ajaran agama yang kita peluk dan agungkan yakni agama Islam.   

Do’a restu Ibu dan Ayah mengiringimu mendayung bahtera hidupmu. Berlayarlah anakku …dayunglah bahteramu menuju pantai harapan…sadarilah olehmu berdua…semakin jauh melepas pantai…akan semakin luas pula samudera hidup yang membentang di hadapanmu. Dan ketahuilah…semakin luas samudera yang membentang, cakrawala pandangmupun akan semakin luas pula. Demikian halnya samudera kehidupan ini,…anakku…seirama dengan suara alam ini. Semakin keatas tingkat kehidupanmu semakin besar pula godaan yang akan menghadangmu. Namun…berhati-hatilah engkau berdua … gelombang yang menerpamu juga akan semakin besar,bahkan adakalanya disertai dengan badai dan taupan. Ingatlah sekali lagi wahai anakku…ketika gelombang dan badai menghadangmu di tengah samudera kehidupan ini…tiada satupun orang yang dapat membantu menaklukkan rintangan itu kecuali dirimu berdua. Ketika kau berdua menjumpai keadaan seperti itu, maka keteguhan iman,sabar,tawakkal,saling memahami,saling mengerti, saling asah,saling asih dan saling asuh, menjadi jimat yang sangat berharga bagi kamu berdua. Senantiasalah berdo’a dalam munajatmu…mohonlah kepada Allah agar dijauhkan dari segala aral yang buruk.

Anakku Desmi Avicena Medina (Ismed)

Saat ini kau mungkin masih rasakan semilirnya angin sepoi yang menerpa tubuhmu. Seluruh sanak keluarga,dan handai taulanpun turut hadir dalam perhelatan ini, ibarat turut serta melepasmu di pelabuhan yang sebentar lagi kau akan berlayar mengarungi samudera kehidupan yang sangat luas. Ketahuilah itu menjadi perlambang bahwa semuanya merestui pernikahanmu, ingatlah bahwa agama menempatkan pernikahan adalah sebagai “mitsaqan ghalidza” yang berarti “perjanjian yang agung” atau “ikatan yang kuat”. Camkanlah untuk engkau berdua…bahwa Allah hanya 3 kali menggunakan kata-kata “mitsaqan ghalidza” ini di dalam Al-Qur’an…yang pertama:  tatkala Allah SWT membuat perjanjian dengan para Nabi Ulul Azmi yakni Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa sebagaimana yang dilukiskan di dalam surat Al Ahzab ayat :7; selanjutnya kata mitsaqan ghalidza yang kedua dipakai tatkala Allah SWT mengangkat bukit Thur di atas kepala bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia pada Allah,seperti di dalam surat An Nissa ayat 154; dan ketiga adalah  Allah SWT menyatakan bahwa hubungan pernikahan adalah mitsaqan ghalidza seperti di dalam surat An Nissa ayat 21.

Anakku Desmi avicena Medina (Ismed)

Camkanlah bahwa perjanjian pernikahan antara suami dan istri sebagaimana yang ayah sampaikan tadi disejajarkan dengan perjanjian para Nabi, dan perjanjian Allah SWT dengan bani Israil. Betapa agung dan beratnya kalimat ijab dan kabul dalam akad nikah yang telah kalian berdua ikrarkan. Memperhatikan hal tersebut mencerminkan betapa sakralnya peristiwa pernikahan itu. Agama Islam menempatkan betapa peristiwa “pernikahan” itu pada posisi yang agung,sakral dan luhur. Ketika ijab kabul telah diikrarkan saat itulah suami-istri telah menyatu dalam ikatan yang lebih kokoh daripada besi baja sekalipun. Ikatan yang tidak kasat mata itu mampu mempertautkan dua hati manusia berlainan jenis. Dalam kitab tafsir Al-Maraghiy menjelaskan, bahwa dengan pernikahan maka setiap pihak merupakan belahan dari lainnya. Sehingga, seolah-olah satu pihak merupakan bagian dari kesempurnaan wujud bagi pihak lainnya.Oleh karenanya apabila salah satu dari kalian berdua ada yang merusak tali pernikahan, berarti telah merusak mitsaqan galidza ini. Di sisi lain ananda berdua telah mengecewakan sanak saudara dan kerabat yang telah hadir turut serta memberikan do’a restu kepadamu.  Karena itu peganglah erat-erat tali “mitsaqan ghalidza” itu,agar kau berdua senantiasa mendapatkan berkat dan rahmat Allah SWT.

Anakku Desmi Avicena Medina (Ismed)

Camkanlah bagi kalian berdua, ada 3 hambatan komunikasi bagi mahligai rumah tangga pemula seperti Dr.John Gray pernah menulis dalam “Men are from Mars,and Women are from Venus” bahwa otak pria dan wanita berbeda,jalur logika dan kemampuan berbahasanyapun berbeda yang dapat mempengaruhi komunikasi dalam rumah tangga.Untuk menghindari kesalah pahaman dalam komunikasi hendaklah saling menjelaskan dan memahami apa yang menjadi kemauan dan pikiran masing-masing; hambatan kedua adalah masalah kepercayaan satu terhadap lainnya,oleh karena itu bangunlah rasa saling percaya dan kejujuran antara kalian berdua,hendaklah saling menjaga kepercayaan dan kehormatan masing-masing agar tumbuh rasa saling percaya diantara kalian; dan yang ketiga adalah masalah keuangan,janganlah hendaknya hal ini menjadi sumber pertentangan.Oleh karenanya janganlah pernah saling merahasiakan masalah keuangan,bangunlah rasa saling bertanggung jawab dan keterbukaan dalam hal keuangan antara kalian berdua.

BERLAYARLAH ANAKKU,SELAMAT MENGAYUH BAHTERA KEHIDUPANMU DO’A AYAH DAN IBU MENYERTAIMU. AMIN…AMIN …AMIN YA RABBAL ALAMIN WA YA MUJIIBA AS SAAILIIN.BARAKALLAHU LAKUMA WA BARAKA ALAINA WARAHMATUHU LANA WA LAKUM.

                    AYAH                         dan            IBU

 

MASYHURI AMIN MUKHRI                    ELMIYATI                                                                            

Perjalanan ke dines ke palu

 

Hari ini kembali jalan setelah kira kira hampir 2 minggu berdiam diri dikantor, klo auditor tinggal di kantor smpe 2 minggu kyknya agk aneh ya…biasanya disuruh berangkat terus gk boleh kumpul sm keluarga. Tp 2 minggu ini jg gk bisa dibilang kantor sedang berbaik hati membiarkan kita kumpul sm keluarga berangkat hari ini berarti melupakan liburan panjang sm keluarga karena ada tanggal merah jumat besok. Setelah kita direncanakan bakal berangkat tgl 6 skrng di rubah secara mendadak jd tgl 30. Tp namanya kasta bawah cmn bisa ngomong siap dan kami patuhi walaupun hati menjerit(preet). Sekarang dines ke palu tepatnya kota parimo 4 jam perjalanan kesana. Semoga diberikan kelancaran dalam perjalanan dan kesuksesan dalam pekerjaan. Untuk anak2ku dan bunda tersayang sehat2 ya selamat liburan….doain ayah kerja ya. Perjalanan kesekian kalinya kakak masih tidur wktu berangkat belom tau nih reaksinya gmn???