STRATEGI PELAKSANAAN TRANSFER OF KNOWLEDGE DALAM PROYEK IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASISTRATEGI PELAKSANAAN TRANSFER OF KNOWLEDGE DALAM PROYEK IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI

STRATEGI PELAKSANAAN TRANSFER OF KNOWLEDGE DALAM PROYEK IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI

ABSTRAK
Transfer of knowledge merupakan salah satu aspek penting terkait dengan proyek implementasi sistem
informasi. Keberhasilan secara keseluruhan proyek implementasi sistem informasi sangat tergantung pada sukses
tidaknya proses transfer of knowledge. Meskipun demikian, karena terlalu fokus pada sistem yang dibangun aspek
transfer of knowledge sering kali kurang diperhatikan.
Agar proses transfer of knowledge berhasil maka perlu ada tahap-tahap melakukan transfer of knowledge
yang harus diikuti, yaitu: inisiasi, perencanaan dan eksekusi.
Dari sudut pandang pembelajaran ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah
proses transfer of knowledge, yaitu: kognitif, budaya dan motivasi. Sedangkan dari sudut pandang implementasi
sistem informasi, faktor yang perlu diperhatikan adalah faktor change management. Faktor-faktor tersebut secara
bersama-sama perlu menjadi pertimbangan dalam mendesain skenario transfer of knowledge.

1. PENDAHULUAN
Transfer of Knowledge (TOK) atau pembelajaran merupakan faktor yang mutlak harus dilakukan dalam sebuah proyek implementasi sistem informasi. Ibarat berganti kendaraan, yang tadinya organisasi naik kereta kuda dan berganti menggunakan mobil,maka organisasi membutuhkan orang-orang yang bisa menjalankan ”mobil”nya. Kemampuan
menjalankan sistem informasi yang barudi implementasi tidak serta merta didapatkan begitu yang bisa saja menghabiskan dan membutuhkan resources dan effort yang besar Agar berhasil, proses TOK membutuhkan sebuah
strategi pelaksanaan. Strategi tersebut dibutuhkan karena beberapa alasan berikut:

  1. Proyek implementasi dilakukan dalam jangka waktu tertentu, dan ketika implementasi sistem informasi berjalan, maka perusahaan membutuhkan SDM yang sudah siap. Ini berarti waktu untuk proses TOK terbatas.
  2. Proses TOK membutuhkan dana yang harus dialokasikan oleh organisasi. Dana tersebut seringkali terbatas sehingga dibutuhkan sebuah strategi pelaksanaan agar dengan dana yang terbatas tersebut diperoleh hasil yang maksimum.
  3. Implementasi sistem informasi membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi tertentu. Dibutuhkan sebuah strategi pelaksanaan TOK yang dapat menjamin kebutuhan kompentesi tersebut dipenuhi.
  4. Kesiapan pegawai dengan implementasi yang dilakukan merupakan faktor yang sangat krusial bagi keberhasilan proyek. Ibarat membeli kenderaan tadi, apa gunanya mobil baru yang bagus tetapi tidak ada orang yang bisa
    mengendarainya. Karena itu, strategi pelaksanaan TOK diperlukan untuk menjamin kesiapan sumber daya manusia.

2. FAKTOR-FAKTOR PERTIMBANGAN
Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam melaksanakan proses TOK. Faktor-faktor tersebut bila dipertimbangkan dengan benar akan memberi dampak yang baik bagi keberhasilan proses TOK dan bila diabaikan dapat menjadi penyebab kegagalan proses TOK. Faktor-faktor tersebut adalah faktor kognitif, faktor budaya, faktor motivasi dan faktor change management. (cont..)