studi kasus

STRATEGIC KNOWLEDGE MANAGEMENT STUDI KASUS: PT WIJAYA KARYA

  1. Latar belakang

Didirikan pada 11 Maret 1960, PT Wijaya Karya (Persero), biasa disebut WIKA, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah hasil nasionalisasi perusahaan Belanda, Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co disingkat NV Vis en Co.

Berawal dari perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan instalasi, WIKA berkembang menjadi perusahaan yang sehat dengan empat pilar bisnis utama yaitu usaha jasa Konstruksi, Industri, Perdagangan dan Realti.

Di bidang konstruksi, proyek dengan berbagai skala maupun berteknologi baru berhasil diselesaikan, yang meliputi bidang pekerjaan sipil, arsitektur, makanikal, elektrikal, maupun tata lingkungan.

Di bidang industri, WIKA berhasil mengembangkan produk-produk yang sangat kompetitif di pasar. Produk yang berhasil menjadi unggulan WIKA diantaranya berbagai produk beton, konversi energi, komponen otomotif aluminium casting, serta konstruksi baja.

Di bidang perdagangan, sejak tahun 1987 WIKA telah mengekspor berbagai komoditi hasil industri WIKA seperti furniture, tiang beton, pemanas air tenaga surya, konektor dan aksesorisnya serta komponen aluminium casting lainnya ke pasar Malaysia, Amerika, Belanda, Perancis dan negara Eropa lainnya.

Di bidang realti, WIKA mengembangkan kawasan hunian dengan brand Tamansari yang tersebar diberbagai lokasi di wilayah Indonesia, berupa perumahan berbagai tipe dengan penataan lingkungan yang asri dan nyaman.

WIKA mendorong setiap unit usahanya yang memiliki potensi untuk berkembang lebih pesat dan memberi nilai tambah bagi menjadi unit usaha yang mandiri. Setelah pembentukan WIKA Beton yang pada awalnya adalah Divisi produk beton pada tahun 1997, WIKA melanjutkan pembentukan PT WIIKA In-trade yang awalnya adalah Divisi Industri dan Peradagangan serta PT WIKA Realty yang awalnya adalah Divisi Realti, pada awal tahun 2000.

Keempat pilar bisnis tersebut kini dikelola oleh divisi konstruksi dan 3 anak perusahaan. Dengan demikian setiap unit usaha semakin terfokus pada pengelolaan bidang usahanya, agar suatu saat unit-unit usaha tersebut dapat menunjukkan diferensiasinya dan akhirnya meningkatkan nilai tambah sesuai kondisi lingkungan.

  1. Struktur dan framework perusahaan tersebut

—  Wika mempunyai anak perusahaan:

PT Wijaya Karya Beton

  • Beroperasi secara komersial : 1997
    Bidang Usaha : Industri Pengecoran Beton

PT Wijaya Karya Realty

  • Beroperasi secara komersial : 2000
    Bidang Usaha : Realty & Property

PT Wijaya Karya Intrade

  • Beroperasi secara komersial : 2000
    Bidang Usaha : Industry dan Perdagangan

PT Wijaya Karya Insan Pertiwi

  • Beroperasi secara komersial : 2008
    Bidang Usaha : Erection dan installation mekanikal elektrika

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung

—  Beroperasi secara komersial : 2008
Bidang Usaha : Fasilitas Gedung dan Gedung Hunian

PT Wijaya Karya Jabar Power

  • Beroperasi secara komersial : 2008
    Bidang Usaha : Sisi Hulu Pertambangan Panas Bumi Gunung Tampomas dan Sisi Hilir Pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi

model bisnis

WIKA akan terlihat sebagai berikut:

Masing-masing kegiatan pada backward integration, core activities maupun forward integration tersebut dilakukan pada tiga sektor utama, yaitu sektor energi, sektor industry dan sektor infrastruktur.

  • Jumlah karyawan

—  Presentasi latar belakang pendidikan

  1. Bagaimana Implementasi “Culture” dari Knowledge management di perusahaan tsb?

Penjelasan dan ramalan perilaku digambarkan secara terstruktur dalam organisasi behavior (OB) yang merupakan konsep atau model dalam terapan keseharian budaya perusahaan di PT. Wijaya Karya (WIKA). Pembelajaran inilah yang oleh WIKA dituangkan dalam keseharian dan juga landasan organisasi dalam rencana jangka panjang yang disebut WIKA STAR 2010. Dua hal utama dalam kaitan strategis, yakni engineering dan people, akan mengawal sampai kapan pun organisasi akan tumbuh. Pencapaian visi organisasi diyakini diperoleh melalui organisasi pembelajaran, brand equity, engineering, dan pengalaman baru dalam pembelajaran nyata di lapangan. Wika juga menerapkan program coaching, Mentoring, counseling

Diagram rencana jangka panjang WIKA:

–          Leadership drives performance excellence: kepemimpinan mendorong kinerja ekselen.

–          Knowledge and competence are our main capital: pengetahuan dan kompetensi adalah aset andalan WIKA.

–          Every activity shall create value: setiap aktivitas harus memberikan nilai tambah.

–          Speed is essence: kecepatan merupakan hal yang sangat essensial.

–          Technology is productivity booster: Teknologi menjadi pendorong aktivitas.

Nilai-Nilai WIKA

  • Commitment

Berbuat sesuai kesepakatan dan janji

  • Innovation

Selalu mencari sesuatu yang lebih baik

  • Balance

Menjaga keseimbangan semua aspek

  • Excellence

Memberikan hasil lebih baik

  • Relationship

Hubungan kemitraan yang baik untuk para pihak

  • Team Work

Sinergi, kerja sama intra dan lintas unit kerja

  • Integrity

Keutuhan dan ketulusan yang meliputi keadilan, tanggung jawab, transparansi, dan kejujuran

  1. Bagaimana Strategi yang dipakai untuk membangun “Culture” Knowledge?

Direktur SDM dan Pengembangan Wika Tonny Warsono mengatakan, karyawan masa depan adalah karyawan yang mandiri, bisa menentukan pilihannya sendiri dan tidak menunggu petunjuk atasan. menurut Tonny, manajemen Wika memberlakukan budaya paksa-rela. Maksudnya, “memaksa lewat sistem, sehingga nantinya “terpaksa (melakukan sesuai sistem), “bisa (melakukan dengan pemahaman) dan akhirnya menjadi “terbiasa “Sekarang, kami sudah mulai masuk pada tahap terpaksa di mana melakukan segala sesuatu harus sesuai dengan sistem yang ada, Sutjipto mengakui.

Salah satu hal yang kian ditanamkan dengan cara dipaksa adalah penerapan sistem organisasi pembelajar. Lantaran situasi dan kondisi bisnis jasa konstruksi semakin dinamis, apalagi bila mengincar pasar mancanegara, manajemen Wika memaksa karyawannya terus belajar dan memperbaiki diri. Wika sampai membuat simbol khusus yang menunjukkan adanya Sistem KM. Simbol berbentuk dua bintang yang saling bergandengan tangan dengan slogan citra “Sharing Every Day”.

Group level merupakan interaksi kepemimpinan dengan timnya yang merupakan dinamika kelompok dan membentuk kesatuan antarindividu untuk mencapai tujuan tertentu.

Secara konseptual, group level yang dikembangkan di WIKA seperti gambar berikut:

Ada lima tahapan mencapai budaya WIKA, yaitu Dipaksa, Terpaksa, Bisa, Bisa, dan Budaya.

5.   Bagaimana mengembangkan dimensi dan program dari “Culture” Knowledge?

Direktur SDM dan Pengembangan Wika Tonny Warsono mengatakan, ia membentuk Community of Practise (CoP) yang anggotanya terdiri dari karyawan berbagai fungsi dan jabatan. Di sini, ada 24 CoP dengan area minat (interest) yang berbeda-beda. Setiap CoP memiliki smart goal yang ingin dicapai, dan setiap individu bebas memilih area CoP yang diikutinya. Misalnya, ada tiga CoP yang fokus membahas keuangan. Ketiga CoP ini punya nama yang berbeda, seperti F-1 dengan smart goal aplikasi Activity Based Costing di Wika, Sure Plus dengan smart goal pedoman akuntansi serta perpajakan, dan F3 dengan smart goal sistem akuntansi joint operation. Setiap CoP dipimpin seorang team leader yang memiliki jadwal tersendiri dalam mengumpulkan anggotanya. Pada saat pertemuan itulah, proses sharing dan coaching terjadi di antara anggota CoP.

6.   Bagaimana Current Condition saat ini, model apa yg telah dikembangkan saat ini?

Wika membuat KM online, dan menciptakan GM KM untuk memantau perkembangan KM di perusahaan.Wika juga membuat, poster, buletin engineering, Warta Wika, ikut kompetensi dan award, serta mailing list.

7. Apa tantangan yang dihadapi? Apa ada faktor2 penghambat dan bagaimana upaya untuk mengatasinya?

Tantangan terbesar dalam organisasi adalah SDM, oleh karena itu WIKA melakukan penerapan sistem organisasi pembelajar. Salah satunya, berbagi pengalaman. tidaklah mudah membangun budaya berbagi pengalaman di kalangan karyawan. Penyebabnya, antara lain, rasa tidak ingin disaingi dalam mencapai prestasi kerja pribadi. Atau, karakter sang karyawan yang tertutup, tidak berani atau tidak bisa mengungkapkan sesuatu secara lisan kepada rekannya, terlebih dengan atasannya. Untuk itu, ia pun menerapkan sistem “paksa-rela . Caranya, membentuk Community of Practise (CoP) yang anggotanya terdiri dari karyawan berbagai fungsi dan jabatan. Di sini, ada 24 CoP dengan area minat (interest) yang berbeda-beda. Setiap CoP memiliki smart goal yang ingin dicapai, dan setiap individu bebas memilih area CoP yang diikutinya.

Misalnya, ada tiga CoP yang fokus membahas keuangan. Ketiga CoP ini punya nama yang berbeda, seperti F-1 dengan smart goal aplikasi Activity Based Costing di Wika, Sure Plus dengan smart goal pedoman akuntansi serta perpajakan, dan F3 dengan smart goal sistem akuntansi joint operation. Setiap CoP dipimpin seorang team leader yang memiliki jadwal tersendiri dalam mengumpulkan anggotanya. Pada saat pertemuan itulah, proses sharing dan coaching terjadi di antara anggota CoP.

8.   Apa lesson learn yang didapat? Apa best practice yang telah dicapai?

Manfaat CoP ini dirasakan sekali oleh Meilany, staf Pengembangan dan Sistem Usaha Wika. Salah satunya, kecepatan mempelajari sesuatu dari pengalaman rekan kerja, baik hard skill maupun soft skill. Meilany tergabung dalam CoP yang membahas persoalan SDM. Nama CoP-nya, Tiang, yang memiliki smart goal berupa boostering KM. CoP ini membuatnya dapat lebih mengerti kesulitan yang dialami rekan kerja yang berbeda divisi dan fungsi.

CoP adalah salah satu wadah untuk belajar. Seluruh karyawan dapat pula mengakses KM Online yang disediakan manajemen. Saking seriusnya menerapkan sistem KM, Wika memiliki General Manager KM. Tugasnya, memastikan sistem KM berjalan semestinya ataukah tidak. Termasuk, memfasilitasi ajang CoP dan komunikasi tentang implementasi KM ke seluruh karyawan. Secara struktural, posisi GM KM berada di bawah Direktur SDM dan Pengembangan.

9.  Apa yang ingin dicapai pada masa depan?

Dari sisi bisnis WIKA ingin melebarkan pangsa pasarnya ke ASEAN dan beberapa Timur Tengah dengan mencanangkan WIKA Star.

Tetapi walaupun punya rencana untuk melebarkan pangsa pasar PT WIKA tidak akan meninggalkan bisnis intinya di Indonesia.

10. Apa usulan anda yang terkait dgn konsep Knowledge Management yang menurut anda perlu dan akan diterapkan berdasarkan kasus yang anda tangani?

Usulan kelompok kami, kedepan PT WIKA  menerapkan KM Activities dalam hal ini Customer Knowledge. Alasannya karena ini sesuai dan sejalan dengan tujuan PT WIKA untuk melebarkan sayap ke ASEAN. Dimana dalam hal ini dibutuhkan kemampuan para stakeholder dari PT WIKA supaya bisa menjaring banyak project. Kemampuan itu salah satunya adalah kemampuan untuk melayani costumer.

Perlunya dilakukan pertukaran karyawan dengan perusahaan yang di banchmark oleh WIKA di dalam maupun diluar negeri. Agar karyawan dapat merasakan langsung tentang KM perusahaan yang dibanchmarknya dan perusahaan lain yang di benchmark kedalam WIKA dapat melihat langsung perbedaan antara perusahaannya dengan perusahaan yang dibanchmarknya itu.

11. Dan lain2 hal penting yang perlu dikemukakan?

PT WIKA ternyata adalah group perusahaan yang sudah go public, dimana nilai sahamnya juga termasuk stabil. Dengan go publicnya maka semua pelaporan keuangan dari PT WIKA harus dipublish oleh management.

competitive advantage Biznet

I.  Company Description

Misi

Biznet adalah perusahaan yang fokus di bisnis telekomunikasi & multimedia

Biznet memiliki komitmen untuk membangun infrastruktur modern untuk menunjang penduduk Indonesia, bisnis dan pendidikan

Biznet akan menyediakan layanan dan teknologi muktahir kepada penduduk Indonesia untuk mengurangi kesenjangan digital dengan negara berkembang lainnya

Visi

Menjadi penyelenggara telekomunikasi terkemuka di Indonesia dengan memberikan jaringan dengan kemampuan tinggi, customer care yang ramah dan inovasi layanan dengan menggunakan teknologi terkini

Mengapa Biznet?

World Class Service

Biznet menawarkan keseluruhan jasa layanan yang berhubungan dengan Internet sesuai dengan permintaan anda, dengan harga yang kompetitif untuk jasa layanan Network, Internet, Hosting dan Voice. Customer Care dan Network Operation Center kami siap selama 24 X 365 untuk memastikan network selalu dalam kondisi terkoneksi pada saat tersibuk setiap waktu. Anda dapat menghubungi kami melalui telephone, email atau live chat.

World Class Network Performance

Biznet Metro Fiber Optic Network dan Internet Network kami monitor setiap waktu untuk memastikan bahwa link network selalu terkoneksi untuk meningkatkan performance pelanggan kami. Ketika memasuki minimum performance, maka bandwidth akan ditambahkan untuk memastikan kualitas layanan.

World Class Engineering Team

Biznet adalah perusahaan teknologi, dengan komitmen untuk selalu melakukan inovasi pada produk dan jasa layanan kami dan investasi pada teknologi terakhir untuk meningkatkan layanan dan jangkauan network untuk mencapai seluruh pelanggan kami. Komitmen ini didukung oleh team Engineer terbaik, yang mayoritas berasal dari lulusan Universitas terkemuka di Indonesia dan luar negeri. Pada tahun 2006 Biznet Engineering Labs telah menciptakan Biznet Metro – Carrier Grade Metro Ethernet Network Pertama di Indonesia. Di tahun 2007, Biznet Engineering Labs meluncurkan Biznet Metro FTTH, jaringan Fiber Optic yang sampai ke perumahan & bisnis pertama di Asia Tenggara.

World Class Contents

Biznet Networks sudah terkoneksi secara langsung ke beberapa Tier-1 backbone dan Internet Exchange terkemuka di dunia untuk memberikan kecepatan dan rute yang singkat ke network yang ditujukan. Biznet juga sudah melakukan perjanjian direct peering dengan beberapa leading content provider lainnya di dunia.

Competencies

Sejak berdiri di tahun 2000, Biznet Networks telah memfokuskan diri untuk menyediakan solusi telekomunikasi bagi dunia bisnis. Hingga saat ini, layanan Biznet telah digunakan oleh banyak perusahaan Indonesia dan Multi National Company (MNC) sebagai jaringan infrastruktur utama mereka.

Biznet Powered Building memberikan solusi untuk kantor, hotel, mall dan apartemen untuk merubah gedung mereka menjadi salah satu properti high tech, yang merupakan kebutuhan utama bagi tenant mereka dalam memilih gedung mana yang mereka akan sewa/beli.

Biznet Networks menyediakan layanan lengkap bagi beberapa industri seperti Pendidikan (Education), Keuangan (Finance), Media, Telekomunikasi (Telco) and Travel.

Product

·         Metro Ethernet

Jaringan Biznet Metro Building menggunakan teknologi berbasis Metro Ethernet dengan konfigurasi “cincin”. Jaringan ini mampu memperbaiki sendiri dalam 50 ms (milisecond atau seperseribu detik) apabila terdeteksi gangguan pada jaringan. Jaringan ini dapat melayani layanan Triple Play yang terdiri dari Data (Internet atau Intranet), Voice/Suara (VoIP) dan Video (Interactive TV dan Multimedia) pada jaringan yang sama tanpa menurunkan kecepatan dan kualitas layanan.

Beberapa layanan yang tersedia di infrastruktur Biznet Metro Ethernet:

  • Perumahan

Layanan Triple Play max3, sangat cocok untuk pengguna perumahan/residensial, menyediakan layanan Broadband Internet, IP Phone dan Televisi High Definition (HDTV). Seluruh layanan canggih ini disalurkan melalui jaringan Fiber Optic Biznet untuk memaksimalkan pengalaman dalam mengakses konten-konten ini.

  • UKM

Biznet Networks menyediakan layanan cepat dan terjangkau untuk pengguna Usaha Kecil (Small Business). Dari Akses Internet, Web Hosting sampai ke solusi hemat layanan VoIP dalam menjalankan bisnis yang efisien.

Key for Success

Fasilitas

Network Operation Center

Biznet Network Operation Control (NOC) yang berlokasi di Midplaza Building dilengkapi dengan peralatan tercanggih yang ada saat ini. Biznet menggunakan Router dan Switch redudan berperforma tinggi yang dibuat oleh Cisco Systems. Konfigurasi jaringan kami juga menggunakan switch penyeimbang beban yang dibuat oleh Foundry System. Firewall redudan digunakan untuk melindungi sistem komputer Biznet.

Jantung dari Server Farm Biznet adalah IBM NetFinity Server. Mesin cache kelas atas buatan Network Applicance menjamin sistem cache berperforma tinggi untuk menghemat penggunaan bandwidth.

Biznet Data Center

Biznet menyediakan rak 42U dan Klien bisa memilih ruang yang cocok untuk menyimpan peralatan mereka. Secure cage juga tersedia untuk akses keamanan yang lebih terjamin ke peralatan.

Analisa Five Forces Porter Teh Botol Sosro

The threat of a substitute product

Pada industry teh botol konsumen dapat barang subtitutenya sangat mudah , dan seorang penjual dapat menjual dapat menjual berbagai macam produk teh botol sejenis. Dan perbedaan antara merek satu dengan yang lainnya hanya sedikit saja, dan hampir tidak ada switching cost diantara satu dan lainnya. Oleh karena itu yang perlu diperhatikan pada produk ini harga dan kualitasnya Contoh: Teh botol Sosro dengan Teh Kita, pelanggan tidak sulit mendapatkan kedua merek ini dijual secara bersamaan, tetapi diferensiasi teh Kita dengan switching cost yang sama tetapi pelanggan mendapatkan botol yang lebih besar dan isi yang lebih banyak sedikit dibanding Sosro dan cara ini tidak mudah diikuti teh sosro karena sudah banyaknya botol yang diproduksi oleh Sosro dalam iklannya apabila teh Sosro diseluruh dunia dikumpulkan botolnya sudah bisa mengelilingi bumi jadi dengan threat produk seperti ini sulit untuk di imbangi oleh Sosro karena harus mengganti botolnya diseluruh dunia.

The threat of the entry of new competitors

Masuknya pendatang baru dalam suatu usaha industri selain membawa kapasitas produk baru juga ingin menguasai pangsa pasar (market leader) serta ingn mengambil alih sumber daya yang besar yang dimilik oleh pesaingnya. Untuk ancaman competitor baru pada industry ini rendah karena dibutuhkan modal yang besar dalam industry minuman teh dimulai dari pembelian baahan baku sampai kebutuhan membeli mesin – mesin pengolah agar dapat menciptakan kualitas yang baik.

Barrier entry untuk produk teh dapat dilihat:

A.    Skala ekonomi

Skala ekonomis yaitu Turunnya biaya produksi perunit apabila perusahaan memproduksi produk dalam jumlah yang besar. Skala ekonomis menghalangi masuknya pendatang baru dengan memaksa dengan memaksa mereka masuk ke sekala besar atau skala kecil dengan dengan tingkat biaya produksi yang tidak mengutungkan. Sehingga harga yang dikeluarkan menjadi lebih tinggi sosro dengan kapasitas produksi 300.000.000 pertahun dan memilki harga jual produk lebih murah dibandingkan ultrajaya yang mempunyai kapasitas produksi 40.000 pertahun (indocommercial,juli 2002).

B.     Kebutuhan modal

Untuk memproduksi minuman the mebutuhkan modal yang besar,karena untuk menciptakan produk yang berkualitas membutuhkan riset dan alat produksi yang berkualitas. Sehingga pendatang baru membutuhkan modal yang besar dan selain itu harus memiliki diffensiasi dari produk yang lama.

C.     Switching cost ( biaya peralihan ) pemasok

Swithing cost dalam industri teh relative rendah karena pemasok menawarkan harga bahan baku yang relative bersaing dengan kualitas yang sama, maka apabila produsen ingin berpindah dari satu pemasok ke pemasok yang lain maka tidak memerlukan biaya switching cost.

D.    Akses kesaluran distribusi

Apabila akses saluran industri telah dimiliki oleh perusahaan mapan, perusahaan baru tersebut harus membujuk saluran itu agar menerima produknya dengan harga yang lebih rendah, periklanan, dll (porter, 1997. P4). Saat ini distribusi teh sosro hampir mencangkup seluruh wilayah nasional bahkan diekspor ke Australia, Vietnam, Brunai Darussalam, dan Amerika Serikat.

E.     Kebijakan pemerintah

Peraturan pemerintah yang memerintahkan semua produk harus memiliki lisensi dan pembatasan hak akses produk.

The bargaining power of customers

Factor yang mempengaruhi kekuatan pembeli untuk produk teh antara lain switching cost yang rendah mengingat harga yang ditawarkankan antara produk teh yang satu dengan yang lain tidak jauh berbeda sehingga kemungkinan pembeli untuk berpindah besar. Konsumen lebih konsumtif didalam memilih product yang dipiliihnya karena mereka lebih mengutamakan kualitas dari product yang dibelinya. Kelompok pembeli juga sering membeli dalam jumlah yang besar sehingga pembeli menginginkan mendapat potongan harga serta pelayanan dari pihak perusahaan. Produk yang dibeli adalah produk standar (tidak ada differensiasi), biaya peralihan produk dari yang satu ke yang lainnya rendah, dan pembeli mendapatkan informasi yang lengkap dari produk yang inign dibelinya.
The bargaining power of suppliers

Terdapat banyak sekali pemasok bahan baku teh sehingga membuat harga barang baku teh menjadi sangat kompetitif. Hal ini membuat kekuatan tawar menawar pemasok dengan industri minum teh rendah, karena bahan baku teh dipasaran mempunyai harga dan kualitas yang rata-rata bersaing. Dengan banyaknya pemasok bahan baku teh akan membuat industri minuman teh dapat memilih pemasok bahan baku dengan harga murah dan kualitas yang baik.
The intensity of competitive rivalry

Teh sosro memiliki pesaing antara lain, ultra jaya, teKita, fruit Tea, Fresh Tea dan kepala jenggot yang dimana masing-masing perusahaan bersaing secara kompetitif (ketat). Persaingan ini terjadi ditingkat harga, promosi /  iklan, dan hadiah yang diberikan, hal ini ditunjukan untuk menarik minat para konsumen agar mau membeli produknya masing – masing.

NAP INFO LINTAS NUSA

Latar belakang perusahaan

Nap Info Lintas Nusa merupakan sebuah perusahaan komunikasi yang menawarkan perangkat fiber optic sebagai connection media kepada customer. Nap Info sebagai internet backbone bekerjasama dengan matrix Singapore sebagai Internet Exchangenya. Connection yang digunakan dari Nap Info ke matrix Singapore menggunakan kabel bawah laut.

Nap  info menawarkan solusi dari permasalahan traffic yang kebanyakan dialami ISPs di Indonesia, kita mempunyai single connection melalui link satellite dan kabel bawah laut. Dengan menggunakan single connection Nap Info dapat mengontrol penuh pengoperasiannya.

Nap Info juga melakukan peering ke beberapa site seperti yahoo, Lycos, dan Hotmail. Sehingga dengan peering ini memungkinkan akses langsung ke site-site yang mempunyai traffic yang tinggi  dengan akses yang cepat.

Serta Nap Info berkerjasama dengan vendor-vendor ternama dalam menyediakan device dalam pengoperasian jaringan sehingga customer dapat dengan nyaman menggunakan koneksi Nap Info tanpa khawatir dengan masalah teknis perangkat.

Produk Utama

  • Collocation
  • Internet Accesss
Daya beli

Posisi

Kualitas
Daya beli

Posisi Pesaing

Konsumen

  • ISPs
  • Perusahaan-besar yang memerlukan co location agar connectionnya lebih cepat
  • Perusahaan yang membutuhkan connection ke cabang lain atau tempat yang dituju

Konsumen Nap Info kebanyakan adalah perusahaan-perusahaan minyak karena perusahaan tersebut membutuhkan connection ke site perusahaan yang biasanya berada di tengah laut dan perusahaan yang mempunyai anak cabang dan menjadikan Nap Info sebagai back bonenya.

Reposisi

Perlu diadakan perbaikan website yang lebih informative kepada customer karena sekarang ini website menjadi media pemberian informasi tetapi juga dapat menjadi media transaksi sehingga para calon customer dapat meregister atau melakukan transaksi melalui websitenya.

Singapore General Hospital

1. Bisnis Utama Organisasi dan Profil Singkat Organisasi,

Bisnis utama organisasi ini tentu saja bergerak dibidang jesehatan. Singapore General Hospital (SGH) merupakan salah satu rumah sakit terbesar dan pusat rujukan nasional di Singapura. Rumah sakit ini merupakan yang terbesar kedua di dunia yang memperoleh akreditasi JCI ( Joint Commision International ) pada tahun 2005. SGH menyediakan 29 klinik spesialis,selain itu SGH menangani perawatan medis multi disiplin yang didukung oleh fasilitas termodern.SGH juga dikenal luas sebagai pusat inovasi pengobatan dan metodologi medis. SGH menyediakan perawatan pasien berbasis kerja tim dan hasil klinis yang setara dengan prestasi medis terbaik dunia.

Sebagai rumah sakit pertama di Asia Pasifik yang menggunakan navigasi 3D Fluroscopy dengan Stealth (Medrotonic O-Arm), SGH menawarkan bedah invasif minimal, dengan waktu penyembuhan yang lebih cepat dan hasil yang lebih baik bagi pasien penyakit tulang belakang dan ortopedi. SGH menjadi rumah sakit pertama di dunia yang melakukan transplantasi sel induk darah tali pusar dan transplantasi darah tali pusar untuk pasien Talasemia Mayor. Pusat Urologi SGH juga merupakan yang pertama di kawasan ini yang menggunakan bedah robotik Da Vinci untuk kanker prostat pada tahun 2000. Sejak itu lebih dari 200 pembedahan urologi telah dilakukan. Dengan penawaran berupa fasilitas perawatan kesehatan berakreditasi internasional, ahli-ahli medis yang terampil dan biaya kompetitif, Singapura menarik wisatawan medis dari seluruh penjuru dunia.

Setiap tahunnya, lebih dari 400.000 pasien internasional datang ke Singapura untuk mendapatkan berbagai macam pelayanan kesehatan. Sebagian besar pasien datang untuk pemeriksaan kesehatan, sebagian yang lain untuk menjalani bedah mata, jantung dan otak atau perawatan kanker. Baik kebutuhan mereka dasar maupun kompleks, pasien akan selalu merasa terjamin dengan sistem perawatan kesehatan kelas dunia Singapura yang menekankan faktor keselamatan dan melampaui batas-batas keunggulan.

2. Business Model SGH

Pada dasarnya ada tiga prinsip yang dapat digunakan dalam mengelola fungsi TI pada organisasi rumah sakit dalam hal ini SGH. Yang pertama adalah mengorganisasi TI untuk memicu munculnya ko-evolusi antara unit bisnis dan unit TI. Yang kedua adalah mengorganisasi TI untuk memelihara jaringan/rantai hubungan untuk menentukan visi, inovasi, dan sumberdaya organisasi. Dan yang ketiga adalah mengorganisasi TI untuk mengelola delapan proses yang dapat menciptakan nilai.

  1. Prinsip yang pertama, dilakukan penyatuan fungsi-fungsi TI dengan elemen-elemen bisnis lain dalam organisasi. Penggunaan dan pengembangan TI difokuskan pada elemen bisnis organisasi, sehingga dapat membantu perkembangan bisnis organisasi. Pada prinsip ini, ko-evolusi berarti bahwa kapabilitas fungsi/unit TI dengan fungsi/unit bisnis lainnya dalam organisasi dikembangkan secara iteratif dan saling melengkapi.
  2. Prinsip yang kedua, terdapat empat stakeholder kunci yang menentukan keberhasilan manajemen dan penggunaan TI, yaitu executive management, business management, IT management, dan external vendor. Stuktur organisasi TI harus dapat memfasilitasi kolaborasi keempat stakeholder ini untuk menggabungkan pengetahuan dan pengaruh mereka. Pada prinsip ini dikenal tiga macam hubungan jaringan yang harus dibina, yaitu visioning network, innovation network, dan sourcing network

Gambar Tiga set proses pada prinsip ketiga

3.      Prinsip yang ketiga yaitu membentuk tiga set proses secara umum, yaitu foundation process, primary processes, secondary processes. Foundation process berhubungan dengan pembentukan dan manajemen kemampuan dasar TI dan membantu business partner dalam menentukan strategi dan mendukung inovasi TI yang berkesinambungan. Primary process adalah segala sesuatu yang harus dikelola di setiap fungsi TI, untuk merubah proses mendasar pada fundamental processes ke dalam bentuk aplikasi bisnis. Sedangkan Secondary process merupakan proses yang sangat penting untuk menjamin kelancaran fungsi TI dan mendukung kedua fundamental dan primary processes.

4. Lima Macam Kekuatan Kompetitif (Five Forces Competitive Analysist )

Pengertian dari five forces strategy  yaitu :

Daya tawar pelanggan (Customers), agar bisnis perusahaan tetap baik maka perlu menjaga pelanggan untuk tidak berpindah ke pesaing yang lain yang mungkin menawarkan harga yang lebih murah.

Seperti kita yang ketahui, SGH berusaha untuk meningkatkan kemampuan kompetisinya dengan meningkatkan pelayanan namun dengan harga yang masih terjangkau. Hal ini diwujudkan dengan seperti membuat pusat informasi secara online untuk pelanggan rumah sakit untuk mendapatkan informasi tentang keadaan rumah sakit, untuk memesan kamar inap dan untuk pendaftaran. Sehingga membuat pelanggan sulit untuk berubah ke pasaing lainnya. Berikut “Five forces Strategy SGH yang kami simpulkan dari website mereka .

o Daya tawar pemasok (Suppliers), memegang peranan penting dalam proses produksi perusahaan.

Misal pada SI Rumah Sakit : manfaat dari menjaga hubungan baik dengan suppliers yaitu mengurangi biaya pembelian obat-obatan, mengurangi kemungkinan keterlambatan pengiriman barang, meningkatkan keakuratan informasi yang diterima, dan memperlancar kerjasama baik RS dengan supliers.

o Ancaman Substitusi, contoh : munculnya banyak Klinik-klinik Kesehatan, Praktek dokter umum Mandiri.

o Daya rival kompetitor/pesaing, contoh : menculnya pesaing baru seperti Rumah Sakit Swasta dan Rumah Sakit Umum pemerintah singapura.

o Ancaman pendatang Baru, dalam industri perusahaan baru banyak berdatangan dan menampilkan produk terbarunya. Hal ini dapat mengurangi keuntungan perusahaan.

Beberapa cara untuk mengatasinya yaitu :

  1. mengurangi biaya produksi
  2. membuat penghargaan terhadap pelanggan yang meberikan loyalitas pada perusahaan
  3. membuat hak paten perusahaan terhadap suatu produk
  4. meningkatkan effektivitas metode produksi.

    Misal pada Rumah Sakit , memberikan pelayanan yang berbeda yang membedakan kualitas Rumah Sakit Rafflesia dengan Rumah Sakit Swasta lain. Seperti : RS Raffles menawarkan inovasi ruangan yang selalu bersih dan harum untuk seluruh tipe kelas dari kelas 1 hingga kelas VIP. Tetapi dalam hal ini, SGH menerapkan sistem Kamar operasi 3D yang belum digunakan di rumah sakit lain.

    5. Critical Success Factor SGH

    Critical Success Factors (CSF) dapat dihubungkan dengan sasaran/tujuan individual. Dalam hal ini SGH akan memnggunakan sistem baru pada ruang operasi mereka. Dengan adanya perubahan sistem tersebut maka akan timbul faktor – faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan sistem tersebut.

    CSF (Critical Success Factors) pada  Sistem Informasi SGH antara lain :

    • Motivasi   dan pelatihan   pekerja atau pegawai terhadap sistem baru yang akan digunakan
    • Diperlukannya penggunaan hardware maupun software dengan reabilitas tinggi terhadap sistem.
    • Rencana pelayanan yang disesuaikan untuk menyakinkan pasien agar yakin untuk berobat.
    • Mempertimbangkan kemungkinan pengembangan sebagai pengaruh dari peningkatan kebutuhan bisnis.
    1. Apa peranan IS&T yang dibutuhkan oleh organisasi untuk menjadi competitive advantage/impact dan strategy alignment?

    Jawab:

    General hospital Singapore mempunyai arti sendiri dalam menterjemahkan arti kesehatan, kesehatan adalah informasi yang intensif dan dimana teknologi infocomm dapat melakukannya, melalui otomatisasi, pengetahuan manajement, rekayasa ulang proses bisnis dan bahkan kecerdasan buatan, penyediaan pelajayan kesehatan Singapore hospital telah menggunakan teknologi terkemuka. Yang bertujuan untuk memenuhi sebagaian dari tantangan saat ini. Infocomm technology sebagai inovasi tekhnologi dalam Health Care Delivery. Pihak rumah sakit menyediakan aliran informasi yang langsung melalui satu aplikasi yang diaktifkan melalui SMS, WiFi dan Wimax.

    Tan Tock Seng Hopital (TTSH) menggunakan system SMS untuk menyampaikan informasi kepada dokter.  SGH sedang mengembangkan peralatan environment-sensing yang digunakan untuk memantau suhu badan pasien secara terus menerus. Dan data ini dapat terkirim secara otomatis kedalam pusat informasi. Ini merupakan pilot project yang sedang dikembangkan oleh SGH yang diberi nama “Automated Wireless Temperature Surveillance System”dan mendapatkan penghargaan  “The Enterprising Agency Award” pada April 2004.  SGH juga mengembangkan home telecare untuk membantu mengintegrasikan internet, SMS, Web Portal dan mobile telephone untuk memantau tanda-tanda vital pasien. System akan mengirimkan SMS kepada dokter dan pasien bila tanda-tanda vital pasien berada diluar batas yang ditetapkan sehingga kemudian dokter pada mengambil keputusan berdasarkan kasus per kasus meskipun tidak berada langsung bersama pasien. Sehingga dokter dapat mengetahui terus perkembangan pasiennya dimana pun pasien berada. Dengan pemantauan kondisi pasien secara real time ini dapat membuat kenyamanan pasien semakin meningkat. Dengan system ini pula dokter dapat menjadwalkan kapan dia harus mengunjungi pasien sehingga pasien tidak harus selalu dirawat inap.

    SGH juga sedang mengembangkan doctor-centered yang berbasis CPSS(Computerized Pasien Support System) ini memungkinkan integrasi untuk melihat data pasien dari berbagai macan sumber seperti, X-Ray, hasil laboratorium, catatan operasi bedah, ringkasan debit, hasil klinis dan laporan. SGH juga sedang membuat fasilitas untuk menghubungkan data center yang memungkinkan klinik radiologi mereka akan terkoneksi secara online dengan tiga rumah sakit local yaitu, East Shore, Gleneagles, dan mounth Elizabeth. Hal ini memungkinkan data informasi demografis pasien, perintah, pelaporan hasil dan farmasi akan terekam dan tersedia pada semua titik pelayanan.

    SGH juga mengkombinasikan Electronic Medical Record (EMR) system dan gambar digital dari Image Management System (IMG) yang memberikan manfaat yang besar bagi pasien dan perawat.

    Teknologi infocomm juga memberdayakan pasien. Interactive Patient Guide (IPG) yang sedang dikembangkan oleh Changi General Hospital (CGH), yang memungkinkan pasien mendapatkan informasi perawatan, prosedur bedah dan rehabilitasi dari kondisi umum melalui video dan teks online sehingga dapat dicetak dirumah. SGH juga menggunakan menggunakan ePrescribing system dengan menggunakan robot untuk mengotomasi prosess pengambilan dan pengepakan obat di apotik. SGH percaya bahwa robot pada apotik dapat offload hingga 50% dari beban kerja di apotik. Sedangkan secara significant meningkatkan kecepatan dan keamanan dalam memilih dan proses pengemasan.

    7. Sebutkan obyektif business process redesigning yang dilakukan (bila ada) yang dimampukan oleh aplikasi IST?

    BPR dilakukan pada general Singapore hospital dengan tujuan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dengan rumah sakit lainnya dengan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses tertentu yang terlibat dalam operasi bedah. Pada kasus ini, redesigning dilakukan pada “the operating theatre complex”, yaitu dalam mengatur penggunaan ruang operasi pada Singapore hospital dengan tujuan agar dapat memaksimalkan produktivitas ruang operasi tanpa meningkatkan beban kerja para ahli bedah dokter bedah. Dengan adanya redesigning yang dilakukan diharapkan ahli bedah dan dokter tidak perlu menambah waktu kerja seperti keadaan saat penelitian dilakukan, dimana dokter harus menambah waktu kerja mereka untuk menyelesaikan operasi. Bentuk redesigning yang terpilih yaitu model ketiga, dimana dibuat dua regu operasi setiap harinya dan setiap ruang operasi yang sebelumnya telah dikhususkan untuk operasi tertentu dirubah sedemikian rupa agar ruang operasi tersebut dapat digunakan oleh setiap keperluan operasi berbeda. Hasil dari model ketiga ini memperlihatkan adanya peningkatan jumlah operasi yang dapat diselesaikan setiap harinya sehingga lebih efisien dan efektif.

    1. Lima Macam Kekuatan Kompetitif (Five Forces Competitive Analysist )

    Pengertian dari five forces strategy yaitu :

    Daya tawar pelanggan (Customers), agar bisnis perusahaan tetap baik maka perlu menjaga pelanggan untuk tidak berpindah ke pesaing yang lain yang mungkin menawarkan harga yang lebih murah.

    Seperti kita yang ketahui, SGH berusaha untuk meningkatkan kemampuan kompetisinya dengan meningkatkan pelayanan namun dengan harga yang masih terjangkau. Hal ini diwujudkan dengan seperti membuat pusat informasi secara online untuk pelanggan rumah sakit untuk mendapatkan informasi tentang keadaan rumah sakit, untuk memesan kamar inap dan untuk pendaftaran. Sehingga membuat pelanggan sulit untuk berubah ke pasaing lainnya. Berikut “Five forces Strategy SGH yang kami simpulkan dari website mereka .

    o Daya tawar pemasok (Suppliers), memegang peranan penting dalam proses produksi perusahaan.

    Misal pada SI Rumah Sakit : manfaat dari menjaga hubungan baik dengan suppliers yaitu mengurangi biaya pembelian obat-obatan, mengurangi kemungkinan keterlambatan pengiriman barang, meningkatkan keakuratan informasi yang diterima, dan memperlancar kerjasama baik RS dengan supliers.

    o Ancaman Substitusi, contoh : munculnya banyak Klinik-klinik Kesehatan, Praktek dokter umum Mandiri.

    o Daya rival kompetitor/pesaing, contoh : menculnya pesaing baru seperti Rumah Sakit Swasta dan Rumah Sakit Umum pemerintah singapura.

    o Ancaman pendatang Baru, dalam industri perusahaan baru banyak berdatangan dan menampilkan produk terbarunya. Hal ini dapat mengurangi keuntungan perusahaan.

    Beberapa cara untuk mengatasinya yaitu :

      1. mengurangi biaya produksi
      2. membuat penghargaan terhadap pelanggan yang meberikan loyalitas pada perusahaan
      3. membuat hak paten perusahaan terhadap suatu produk
      4. meningkatkan effektivitas metode produksi.

    Misal pada Rumah Sakit , memberikan pelayanan yang berbeda yang membedakan kualitas Rumah Sakit Rafflesia dengan Rumah Sakit Swasta lain. Seperti : RS Raffles menawarkan inovasi ruangan yang selalu bersih dan harum untuk seluruh tipe kelas dari kelas 1 hingga kelas VIP. Tetapi dalam hal ini, SGH menerapkan sistem Kamar operasi 3D yang belum digunakan di rumah sakit lain.